Categories: Uncategorized

Kurban adalah tentang Syukur, Tauhid, Ketakwaan, Keberkahan, dan Pahala yang Besar | Mio Kitchen


MEDIA AN NUUR─Kurban memiliki banyak hikmah dan nilai yang terkandung di dalamnya. Bahkan para ulama mengatakan bahwa kurban tetap masih lebih utama kalau dibandingkan dengan sedekah meski nominal harga yang dikeluarkan sama.

Kurban adalah tentang Syukur

Allah memerintahkan manusia untuk bersyukur atas nikmat pemberian-Nya, karena kalau tidak bersyukur maka disamakan dengan orang yang kufur. Kurban adalah bentuk syukur atas nikmat yang banyak.

Surat Al-Kautsar menegaskan bahwa kurban merupakan salah satu ekspresi syukur. Kurban disejajarkan dengan salat yang dilakukan untuk mewujudkan rasa terima kasih manusia kepada Allah atas segala pemberian nikmat-Nya yang besar tak terhingga.

Kurban adalah tentang Tauhid

Sebenarnya, kurban itu urusannya adalah tentang tauhid. Sejauh itu. Bukan sekadar menyembelih hewan tanpa makna. Kurban adalah sembelihan yang semata-mata untuk Allah ﷻ, maka di sinilah letak nilainya pada ketauhidan.

Banyak ritual penyembelihan yang niatnya untuk selain Allah. Misalnya nenek moyang kita melakukan penyembelihan hewan untuk Dewi Sri agar padi yang ditanam panennya baik. Ada juga hewan disembelih dan kepalanya dilarung di laut agar mendapat keselamatan darinya.

Ustaz Didik Efendi menyampaikan nilai ibadah kurban

Salah satu wujud ketauhidan manusia adalah cinta pada Allah. Cinta kepada Allah itu harus murni dan tulus. Allah tidak diduakan. Tauhid cinta ini harus dibuktikan dengan kesediaan dan ketulusan berkurban. Salah satu pendidikan tauhid cinta ini melalui ibadah kurban.

Kurban adalah tentang Ketakwaan

Allah memerintahkan kita untuk berkurban bukan karena Dia memerlukan dagingnya. Allah tidak membutuhkan itu. Bahkan dagingnya yang memakan adalah orang yang berkurban bersama orang-orang sekitarnya. Jadi bukan Allah yang menikmati dagingnya.

Jadi sangat jelas bahwa yang diharap dalam kurban bukanlah daging atau darah yang mengalir setelah penyembelihan. Yang terpenting yang Allah harap dari ibadah kurban adalah takwa dan keikhlasan kita.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Kurban adalah tentang Keberkahan

Nabi Ibrahim AS adalah keluarga yang paling diberikan keberkahan oleh Allah karena kepatuhannya untuk berkurban, bahkan kurban yang Allah perintahkan awalnya adalah menyembelih putranya yakni Nabi Ismail AS.

Dari Nabi Ibrahim AS itu lahirlah para Nabi sampai pada penutup Nabi yakni Rasulullah Muhammad ﷺ. Sehingga Nabi Ibrahim AS disebut sebagai Abul Anbiya (Bapaknya Para Nabi). Inilah keberkahan.

Selain keberkahan keturunan, keberkahan juga untuk tempat yang ditinggali oleh keluarga Nabi Ibrahim AS yakni Kota Mekkah. Jadi kurban membawa berkah bagi tempat yang di sana dilakukan kurban.

Kurban adalah tentang Pahala Besar

Di antara kebaikan yang banyak pahalanya adalah kurban. Seluruh anggota tubuh hewan yang dikurbankan bernilai pahala. Selain itu, kurban tidak bisa dibandingkan dengan sedekah uang yang senilai dengan harga hewan kurban.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »

Dari Aisyah, Nabi ﷺ bersabda, “Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (rida) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Demikian utamanya ibadah kurban maka marilah kita berusaha untuk melakukannya. Mewujudkan rasa syukur atas kenikmatan dari Allah ﷻ yang tak bisa kita hitung. Menunjukkan ketakwaan dengan harta kita. Memperoleh keberkahan dari penyembelihan hewan kurban karena Allah ﷻ semata.

Kajian Gerbang Surga (Gerbang Bangun Subuh Berjemaah Bersama Keluarga) di Masjid Al Hidayah, Sangen, Krajan, Weru pada hari Ahad, 2 Juni 2024, bersama Ustaz H. Didik Efendi, ST, ketua MUI Kecamatan Weru

Share This Article :

rasasalsa166@gmail.com

Recent Posts

Megophryidae) confirms underestimated diversity in the Gaoligong Mountains, with the description of A New Species | Mio Kitchen

 Xenophrys yingjiangensis Wu, Yu, Chen & Che,  in Wu, Yu, Chen, Kilunda, Zhang, Zuo, Zuo, Duan et Che,…

15 menit ago

Sukina Otoko to Wakaretai (2024) – 07+08 SUBTITLE INDONESIA | Mio Kitchen

Kembali lagi bersama Wibusubs dalam garapan dorama baru musim semi! Ini dia dorama musim semi…

2 jam ago

[Paleontology • 2024] Jurassic Fossil Juvenile reveals prolonged Life History in early Mammals | Mio Kitchen

AbstractLiving mammal groups exhibit rapid juvenile growth with a cessation of growth in adulthood. Understanding…

4 jam ago

Species New to Science: Limnonectes | Mio Kitchen

Red circles on the map represent genetic sampling localities for Limnonectes cassiopeia, new species, blue diamonds…

4 jam ago

Aenetus) from Australia and Papua New Guinea | Mio Kitchen

 AbstractFour new Aenetus Herrich-Schäffer species are described from northern Australasia; Aenetus simonseni sp. nov. from the top-end of the Northern Territory, Australia, A.…

5 jam ago

Militer Perancis Bagikan Ilmu Pengoperasian Jet Tempur Rafale ke TNI AU | Mio Kitchen

25 Juli 2024Pesawat tempur Rafale Prancis (photos: TNI AU)JAKARTA, KOMPAS.com - French Air and Space…

5 jam ago